Pages

Selasa, 24 Maret 2015

Tip Top Restaurant



Tip Top Restaurant di Medan
Tip Top Restaurant di Medan
. Tip Top Restaurant Inilah salah satu tempat makan legendaris di Medan dengan usianya yang begitu tua sejak berdiri pada tahun 1929. Berlokasi di kawasan Kesawan yang adalah pula sentra bisnis di Medan, Tip Top Restaurant begitu populer di kalangan masyarakat Medan dari generasi ke generasi. Lokasinya yang sangat dekat dengan Tjong A Fie Mansion menjadikan kawasan Kesawan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik untuk dikunjungi.
Restoran yang mengadosi cafe gaya Eropa ini terkenal dengan aneka kua hasil olahan sendiri yang dimasak menggunakan oven batu sebagai pemanggangnya sejak tahun 1934. Meski demikian, ada juga menu sajian khas Indonesia bagi Anda yang ingin bersantap ikan goreng, kari, rendang, dan sebagainya. Juga, bistik di tempat kuliner Medan yang satu ini adalah salah satu yang recommended.

Masjid Raya Al Mashun

Masjid Raya Al Mashun Medan
Masjid Raya Al Mashun Medan

3. Masjid Raya Al Mashun

Terletak di jantung kota Medan, Masjid Raya Al Mashun atau juga dikenal dengan Masjid Raya Medan ini telah berusia lebih dari 100 tahun sejak dibangun pertama kali pada 21 Agustus 1906. Secara arsitektural, bangunan masjid ini mengadopsi corak bangunan campuran Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah. Bangunan masjid ini begitu unik dengan rancangan berbentuk bundar segi delapan dan memiliki 4 serambi utama di bagian depan, belakang, serta samping kiri dan kanan. Sekaligus pula ke-4 serambi tersebut menjadi pintu utama masuk ke masjid.
Pada bagian kubahnya, terlihat mengikuti model Turki, yakni dengan bentuk yang patah-patah bersegi delapan. Kubah utama dikitari empat kubah lain di atas masing-masing beranda dengan ukuran yang lebih kecil. Bentuk kubah ini dapat ditemukan juga seperti yang ada pada Mesjid Raya Banda Aceh. Inilah masjid yang menjadi kebanggaan kota Medan dan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik untuk dikunjungi.

Graha Santa Maria Annai Velangkanni

Gereja Annai Velangkanni
Gereja Annai Velangkanni

4. Graha Santa Maria Annai Velangkanni

Inilah salah satu destinasi wisata di rohani di Medan, sebuah gereja umat Katolik yang sangat unik. Secara arsitektural, bangunan Graha Santa Maria Annai Velangkanni hampir mirip sebuah kuil Hindu. Pada awalnya gereja ini diperuntukkan bagi umat Katolik Tamil yang ada di kota Medan, dan dalam perjalanannya terbuka bagi seluruh umat.
Nama Annai Velangkani, yang berarti Bunda dari Velangkanni, dijadikan sebagai nama gereja dan merupakan sebuah persembahan kepada Bunda Maria yang pernah menampakkan diri di pesisir Velangkanni, Tamil Nadu, India pada abad 17. Bangunan gereja ini begitu megah, oleh karenanya berfoto menjadi sebuah kegiatan yang paling sering dilakukan wisatawan selain tentu saja berdoa. Di samping bangunan gedung utama, ada sebuah bangunan kecil bernama Kapel Maria, sebuah tempat berdoa kepada Bunda Maria yang penuh dengan bunga-bunga dari peziarah dan berdoa Rosario di tempat tersebut.

Bank Indonesia Medan



Bank Indonesia Medan
Bank Indonesia Medan

 Bank Indonesia Medan

Sebagai salah satu landmark menarik di Medan, Anda dapat menemukan bangunan bergaya arsitektur khas Eropa di Bank Indonesia Medan. Berdiri pertama kali pada tahun 1906, bank ini pada mulanya adalah pusat perbankan Belanda dengan nama De Javasche Bank Medan. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1961 bank tersebut dinasionalisasi oleh Presiden Soekarno dan namanya berganti menjadi Bank Indonesia Medan.
Keberadaan Bank Indonesia Medan ini memperkaya kota Medan dengan cultural heritage yang sarat akan nilai sejarah dan menjadi salah satu tempat wisata di Medan yang menarik.

Rumah Tjong A Fie (Tjong A Fie Mansion)



Rumah Tjong A Fie
Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie (Tjong A Fie Mansion)

Inilah salah satu tempat wisata sejarah di Medan, sebuah rumah di mana Anda dapat mengetahui budaya Melayu – Tionghoa hingga riwayat kota Medan. Rumah ini terletak di Jln. Ahmad Yani, Medan. Secara arsitektural, bangunannya didirikan dengan gaya campuran arsitektur China, Eropa, dan Melayu.
Tjong A Fie adalah seorang saudagar kaya di masa lampau yang pernah menjadi jutawan terkaya se-Asia tenggara pada masa itu. Sukses besar diraihnya dalam bisnis perkebunan hingga perusahaan kereta api. Di masanya, Tjong A Fie disegani dan dihormati oleh kolonial Belanda hingga Sultan Deli. Oleh karena sifat dermawannya, dia menjadi pemimpin komunitas keturunan Cina di Medan yang dihormati.

Istana Maimun



Istana Maimun Medan
Istana Maimun Medan


Istana Maimun adalah peninggalan Kerajaan Deli yang terkenal, sebuah istana berwarna kuning berdiri megah di tengah Kota Medan dan menjadi ikon kota metropolitan tersebut. Anda dapat menjumpai istana ini di Jln. Brigjen Katamso Kec. Medan Maimun, Medan. Secara arsitektural, bangunan Istana Maimun didominasi warna kuning yang merupakan warna khas Melayu.
Di tempat wisata Medan yang satu ini, Anda dapat menyaksikan ragam koleksi yang dimiliki istana di masa lampaunya. Beberapa di antaranya adalah koleksi foto sultan, singgasana sultan, hingga sejarah Kerajaan Deli. Untuk dapat masuk ke Istana Maimun ini, Anda harus membayar tiket masuk sebesar Rp 8 ribu per orang. Istana ini buka mulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Merdeka Walk



Merdeka Walk Medan
Merdeka Walk Medan

 Merdeka Walk

Inilah salah satu tempat kuliner Medan yang paling direkomendasikan. Tetapi, tempat wisata kuliner Medan yang satu ini hanya buka saat malam hari saja. Berada di jantung kota Medan, Anda akan menjumpai banyak jajanan dan makanan di bawah pepohonan rindang, dan dikelilingi bangunan tua bersejarah yang ada di kota Medan. Lapangan Merdeka ini begitu menarik terlihat saat malam dengan kilau lampu dan bangunan yang ada di sekitarnya.
Merdeka Walk adalah salah satu tempat nongkrong di Medan yang begitu menarik. Tak aneh jika semakin malam, semakin ramai jumlah kunjungan orang yang datang ke objek wisata Medan yang satu ini. Seringkali diadakan konser musik, festival musik, dan berbagai perlombaan di Merdeka Walk. Juga, dapat terlihat berbagai suguhan atraksi sepeda, parkur, dan atraksi malam lainnya. Di saat akhir pekan tiba, kawasan wisata Medan ini menjadi ramai dengan kawula muda yang menghabiskan waktunya di sana.

Taman Bermain Hillpark Sibolangit



Taman Bermain Hillpark Sibolangit
Taman Bermain Hillpark Sibolangit
Taman Bermain Hillpark Sibolangit Inilah taman bermain terbesar di Sumatera Utara, berada dalam kontur wilayah pegunungan dan berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari kota Medan. Hamparan perbukitan hijau adalah daya tarik lain yang dimiliki tempat wisata di Medan yang satu ini, selain juga udaranya yang sejuk dan bersih. Oleh karenanya, taman bermain ini menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang favorit di Sumatera Utara.
Hillpark Sibolangit memiliki konsep yang tidak berbeda jauh dengan Dufan di Jakarta atau Trans Studio di Bandung dan Makassar. Ada tiga tema besar yang dimiliki Hillpark Sibolangit, yaitu Lost City, Toon town, dan Heritage. Wahana yang tersedia diantaranya adalah Roller Coaster (Gelegar), Ferries Wheel (Kincir raksasa), 4D theatre, dan amphiteathre berkapasitas 1,200 untuk pertunjukan dan konser. Akan tetapi, taman bermain ini hanya dibuka pada akhir pekan (Sabtu & Minggu) dan pada tanggal merah saja. Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk Hillpark Sibolangit sebesar Rp 10 ribu per orang. Atau, Anda dapat membayar sebesar Rp 45 ribu per orang untuk biaya tiket masuk dan biaya tiket wahana sebanyak 15 kali bermain.

Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho
Masjid Cheng Ho
Masjid Cheng Ho adalah masjid yang unik dan tiada duanya. Kenapa begitu? Jawabannya adalah karena Masjid Cheng Ho mempunyai nuansa khas budaya China. Sekarang ini, Masjid Cheng Ho tidak hanya sekedar tempat ibadah, melainkan sudah menjadi salah satu tempat wisata di Palembang yang paling favorit. Pengunjung Masjid Cheng Ho tidak hanya dari sekitar Palembang, melainkan juga dari Malaysia, Taiwan, Jakarta, Singapura, Medan, dan lain-lain

Air Terjun Lematang Indah

Air Terjun Lematang Indah

Air Terjun Lematang Indah
Air Terjun Lematang Indah
Terletak di kota Pagar Alam, Air Terjun Lematang Indah adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang paling terkenal, dalam kategori wisata alam. Air Terjun Lematang Indah mempunyai ketinggian sekitar 40 meter, tidak terlalu tinggi, namun mempunyai lingkungan sekitar yang asri sehingga sangat menyejukan mata pengunjung. Perjalanan menuju Air Terjun Lematang Indah akan menyuguhkan Anda pemandangan yang indah, sehingga Anda tidak akan bosan di perjalanan. Bila Anda datang berkunjung pada musim hujan, berhati-hatilah karena tangga yang ada di Air Terjun Lematang Indah dapat menjadi sangat licin bila terkena hujan. Harga tiket masuk Air Terjun Lematang Indah adalah 4,000 Rupiah per orang.

Gelora Sriwijaya

Gelora Sriwijaya

Gelora Sriwijaya
Gelora Sriwijaya
Gelora Sriwijaya adalah sebuah stadion sepak bola yang terbesar ketiga di Indonesia dengan kapasitas 40,000 orang. Selain besar, Gelora Sriwijaya juga diakui sebagai stadion berkelas internasional. Gelora Sriwijaya adalah bangunan kebanggaan Palembang. Saat ini Gelora Sriwijaya digunakan oleh Sriwijaya FC sebagai markas dan tempat pertandingan sepak bola. Selain itu, Gelora Sriwijaya juga sering kali digunakan sebagai tempat acara tertentu karena luas dan kapasitasnya yang besar.

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin

Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin adalah masjid yang paling besar di kota Palembang. Bangunan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin merupakan gabungan dari arsitektur Indonesia, Eropa, dan China. Tempat ini adalah tempat yang cocok untuk wisata budaya dan wisata religi di Palembang. Di dekat Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Anda dapat menemukan 2 pasar yang menjual berbagai macam souvenir, kain tenun, kerajinan kayu, dan makanan

Taman Kambang Iwak

Taman Kambang Iwak

Taman Kambang Iwak
Taman Kambang Iwak
Taman Kambang Iwak merupakan salah satu peninggalan sejarah sejak jaman penjajahan Belanda. Dulunya, Taman Kambang Iwak digunakan untuk tempat rekreasi keluarga Belanda yang tinggal di sekitar Taman Kambang Iwak. Sekarang ini, Taman Kambang Iwak adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang sangat disukai. Banyak orang berlari pagi di taman ini, mengelilingi kolam dengan panjang lebih dari 800 meter. Selain memiliki berbagai fasilitas permainan, tempat ini juga mempunyai banyak restoran yang cocok untuk berkumpul anak muda.

Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak

Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak
Benteng Kuto Besak adalah bangunan kebanggan kota Palembang. Berdiri kokoh dengan bahan batu, Benteng Kuto Besak merupakan saksi perjuangan melawan para penjajah. Dari Benteng Kuto Besak, Anda dapat melihat banyak kapal berlayar di Sungai Musi. Benteng Kuto Besak adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang sudah menjadi ikon unik karena keindahan yang ditawarkannya, terutama pada sore hari.

Taman Hutan Wisata Punti Kayu

Taman Hutan Wisata Punti Kayu

Taman Hutan Wisata Punti Kayu
Taman Hutan Wisata Punti Kayu
Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah tempat wisata di Palembang yang berupa hutan wisata. Hutan wisata ini adalah satu-satunya di Palembang, tidak ada hutan wisata yang lain. Berlokasi sekitar 7 KM dari pusat kota Palembang, Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah salah satu tempat wisata keluarga yang favorit di Palembang. Mempunyai luas sektiar 50 hektar, Taman Hutan Wisata Punti Kayu mempunyai fasilitas wisata yang lengkap, disertai dengan penangkaran buaya dan kebun binatang. Selain berenang, bermain perahu, berpiknik, dan bermain di taman, Anda juga dapat melihat atraksi gajah dan menunggang kuda di sini. Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah hutan pinus kota yang paling besar di Indonesia. Harga tiket masuk Taman Hutan Wisata Punti Kayu adalah 5,000 Rupiah dan buka dari jam 9 pagi sampai dengan jam 4 sore.

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro

Pulau Kemaro
Pulau Kemaro
Pulau Kemaro terletak di tengah Sungai Musi, sekitar 6 KM dari Jembatan Ampera. Saat ini Pulau Kemaro adalah salah satu tempat wisata di Palembang yang paling terkenal. Di Pulau Kemaro terdapat sebuah vihara yang banyak didatangi oleh umat Buddha untuk berdoa dan berziarah. Di sini juga dapat ditemukan sebuah makam yang merupakan makam dari seorang putri Palembang. Putri ini mempunyai cerita tersendiri, yaitu dia menikah dengan anak raja dari China dengan mas kawin berupa 9 guci emas, namun pada akhirnya pasangan tersebut menerjunkan diri ke sungai dan tenggelam.
Di Pulau Kemaro terdapat beberapa hal menarik, misalnya pagoda berlantai 9 yang dibangun pada tahun 2006, dan pohon cinta. Masyarakat setempat percaya bahwa bila sepasang kekasih mengukir namanya di pohon cinta ini, maka hubungan cinta mereka akan berlanjut sampai dengan pernikahan.

Sungai Musi

Sungai Musi

Sungai Musi
Sungai Musi
Sungai Musi adalah sungai terpanjang di Sumatera dengan panjang mencapai 750 KM. Sungai Musi membelah kota Palembang menjadi 2 bagian dan dulunya merupakan sarana transportasi utama di Palembang. Di tepi Sungai Musi terdapat beberapa obyek wisata, di antaranya restoran terapung, Kampung Arab, dan Benteng Kuto Besak. Menurut saya, Sungai Musi adalah tempat yang pas untuk berwisata kuliner di kota Palembang

Jembatan Ampera

Jembatan Ampera

Jembatan Ampera
Jembatan Ampera
Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan yang sudah menjadi ikon dan lambang kota Palembang. Mulai dibangun pada tahun 1962, jembatan ini selesai dibangun dalam jangka waktu 3 tahun. Jembatan Ampera menghubungkan Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang terpisahkan oleh Sungai Musi. Sekitar 50 meter dari Jembatan Ampera, terdapat sebuah pasar yang merupakan pusat souvenir dan makanan sehingga Anda dapat dengan mudah membeli oleh-oleh dan mengisi perut.

Masjid Wapauwe

Masjid Wapauwe

Masjid Wapauwe
Masjid Wapauwe
Keunikan dari masjid ini adalah tidak ditemukannya paku di bangunannya yang terbuat dari pelepah sagu ini. Selain itu, masjid ini juga masih menyimpan sebuah Al Quran yang ditulis tangan dan timbangan beras kuno untuk zakat fitrah. Bangunan Masjid Wapauwe pada awalnya hanya berkuran 10 x 10 meter dan tidak ada serambi, namun saat ini sudah ditambahkan serambi dan tempat wudhu, namun ukuran ruang utamanya tetap 10 x 10 meter.
Selain keunikan dari bangunan dan koleksinya, masjid ini juga dipercaya bisa berpindah tempat sendiri. Masjid Wapauwe dibangun pada tahun 1414 di Wawane, kemudian dipindahkan warga ke Tehala yang berjarak 6 km dari lokasi awal. Pada tahun 1614, masjid berpindah sendiri ke Desa Atetu atau Kaitetu yang merupakan lokasi masjid saat ini. Menurut warga saat itu, masjid tiba-tiba sudah berpindah tempat ketika menjelang subuh.

Museum Siwalima

Museum Siwalima

Museum Siwalima
Museum Siwalima
Tak berbeda dengan kebanyakan kota lain, Ambon juga memiliki museum yang berisi koleksi benda-benda seni budaya. Museum Siwalima terdiri dari dua bangunan utama yaitu museum etnografi dan museum kelautan.
Bangunan pertama adalam museum dengan koleksi etnografi. Di sini, Anda bisa melihat benda-benda yang berhubungan dengan seni dan budaya dari suku asli di Maluku mulai dari miniatur rumah adat, pakaian tradisional, peralatan rumah tangga sampai guci-guci peninggalan Jepang.
Berjalan 500 meter, ada museum kelautan dengan koleksinya yang tak kalah menarik. Selain benda-benda yang berhubungan dengan kehidupan laut masyarakat Maluku, museum ini memiliki koleksi tiga buah kerangka ikan raksasa. Tiga kerangka ikan ini berukuran sangat besar yaitu 9, 17 dan 19 meter.
Tempat wisata ini berada 5 km dari pusat kota Ambon dan buka setiap hari Senin – Jumat, jam 09:00 – 16:00, dan Sabtu – Minggu, jam 10:00 – 16:00. Anda dikenakan biaya masuk sebesar 3.000 Rupiah saja untuk bisa melihat benda-benda koleksi museum ini.